Jakarta, 10 Juli 2026 – PPSDM Kementerian Ketenagakerjaan bekerja sama dengan BINAR melalui program GARUDA AI for Microsoft Elevate yang didukung oleh Microsoft menyelenggarakan webinar pelatihan Artificial Intelligence (AI) bagi lebih dari 950 ASN. Program ini menjadi bagian dari upaya penguatan kapasitas ASN dalam menghadapi transformasi digital sekaligus mendorong terciptanya layanan publik yang lebih adaptif, efektif, dan responsif terhadap perkembangan teknologi.
GARUDA AI for Microsoft Elevate sendiri merupakan pelatihan AI gratis bersertifikat yang ditujukan bagi ASN di seluruh Indonesia, dengan target 145.000+ ASN dan 5.000+ AI Policy Makers hingga 2026. Fokus utama pelatihan adalah membantu ASN memahami, mempraktikkan, dan mengintegrasikan Artificial Intelligence (AI) dalam tugas sehari-hari untuk mewujudkan birokrasi yang lebih efisien, transparan, dan inovatif.
Sebagai National Implementation Partner, BINAR memimpin pelaksanaan program ini mulai dari pengembangan kurikulum, pelatihan fasilitator, hingga penyelenggaraan pelatihan interaktif berbasis teknologi Microsoft. Sementara GARUDA AI for Microsoft Elevate berfungsi sebagai platform nasional pembelajaran AI yang mendukung kompetensi digital ASN lintas instansi dan daerah.
Program pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman pegawai di lingkungan Kementerian Ketenagakerjaan mengenai konsep dasar, perkembangan, serta pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi di bidang ketenagakerjaan. Melalui pelatihan ini, peserta diperkenalkan pada berbagai contoh implementasi AI yang relevan untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi kerja, khususnya dalam mendukung administrasi, pengelolaan dokumen, pengolahan informasi, serta penyelenggaraan layanan ketenagakerjaan.
Selain itu, pelatihan ini juga mendorong peserta untuk memanfaatkan teknologi AI secara adaptif, efektif, dan bertanggung jawab dalam pekerjaan sehari-hari, sehingga AI dapat menjadi alat bantu yang mendukung peningkatan kualitas layanan, mempercepat proses kerja, serta memperkuat transformasi digital di lingkungan Kementerian Ketenagakerjaan.
Dalam sambutannya, Sekretaris Jenderal Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia, Dr. Cris Kuntadi, S.E., M.M., menyampaikan bahwa Artificial Intelligence (AI) dapat menjadi solusi untuk meningkatkan efisiensi pekerjaan administratif, mulai dari analisis dokumen hingga komparasi data secara lebih cepat dan objektif. Namun, ia menegaskan bahwa pemanfaatan AI tetap harus disertai dengan verifikasi oleh pengguna. Melalui pelatihan ini, ASN Kemnaker diharapkan mampu mengoptimalkan AI untuk mendukung tata kelola administrasi yang lebih efektif dan berkualitas.
![]()
Dalam sesi pembelajaran, peserta diperkenalkan pada keterampilan utama yang dibutuhkan
untuk berkolaborasi dengan Artificial Intelligence (AI) di lingkungan kerja. Materi menekankan bahwa pemanfaatan AI tidak hanya tentang menggunakan teknologi, tetapi juga memahami cara kerjanya, memberikan instruksi yang tepat, mengevaluasi hasil, dan menggunakannya secara bertanggung jawab.
1. AI Literacy
Peserta memahami dasar-dasar AI serta potensi pemanfaatannya untuk mendukung pekerjaan dan meningkatkan produktivitas.
2. Prompting
Peserta mempelajari cara menyusun prompt yang efektif agar AI menghasilkan output yang lebih relevan dan sesuai kebutuhan.
3. Critical Thinking
Peserta dibekali kemampuan untuk mengevaluasi dan memverifikasi hasil AI sebelum digunakan dalam pekerjaan.
4. Responsible AI
Materi menekankan pentingnya menggunakan AI secara etis, aman, dan bertanggung jawab, termasuk dalam menjaga keamanan data.
Dalam hal ini, ditekankan bahwa pemanfaatan AI akan memberikan hasil yang optimal apabila diimbangi dengan kemampuan berpikir kritis, penilaian, dan kompetensi yang dimiliki oleh setiap ASN.
Ke depan, GARUDA AI for Microsoft Elevate berkomitmen untuk memperluas jangkauan program ini ke berbagai instansi pemerintah di seluruh Indonesia. Program ini diharapkan menjadi langkah awal menuju terbentuknya ekosistem birokrasi digital yang berdaya saing global, dengan ASN sebagai penggerak utama Indonesia Digital Berdaulat.